Selasa, 06 September 2011

Resensi KCB 2


CINTA DALAM NAUNGAN AL-QUR’AN

Judul                             : Ketika Cinta Bertasbih Episode 2
Pengarang                    : Habiburrahman El Shirazy
Jenis Buku                     : Fiksi (Novel)
Penerbit                        : 1. Penerbit Republika                          
                                       2. Pesantren Basmala Indonesia                                          
Kota Terbit                    : Jakarta
Tahun Terbit                 : 2007
Tebal                             : 412 halaman
Desain Sampul dan Isi  : Abdul Basith El-Qudsy
Percetakan                   : Tamaprinter Indonesia
Habiburrahman menulis novel kedua dari Ketika Cinta Bertasbih ini untuk anaknya tercinta yaitu Muhammad Ziaul Kautsar, dan untuk segenap generasi Indonesia yang baru dilahirkan.
Habiburrahman El Shirazy lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976. Habiburrahman El Shirazy memiliki nama pena yaitu Kang Abik. Dia adalah sarjana Al Azhar University Cairo, Founder dan Pengasuh Ulama Pesantren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai sutradara, dai, novelis, dan penyair. Dia adalah novelis no.1 di Indonesia (dinobatkan oleh INSANI UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP) Semarang). Beberapa penghargaan bergengsi berhasil diraihnya, antara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Book dan Writer 2005, dan IBF Award 2006. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (kumpulan kisah teladan yang telah disinetronkan di Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan, 2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (novelet, 2004), Ketika Cinta Bertasbih 1 (Dwilogi 2007), Dalam Mihrab Cinta (novelet, 2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Karya-karya fiksinya selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Dan untuk mendulang manfaat Kang Abik membuka komunikasi dan silaturrahim kepada siding pembaca lewat e-mail : kangabik@yahoo.com
Ketika Cinta Bertasbih 2 adalah novel yang menceritakan seorang mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar yang bernama Khairul Azzam. Perjalanan hidupnya penuh dengan lika-liku. Azzam adalah sosok anak yang pintar dan bersahaja, namun lahir dari keluarga berkecukupan. Sejak ayahya meninggal dunia, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan untuk membantu ibunya mencari uang karena masih beranjak remaja. Jadi, Azzam yang harus membantu ibu dan adik-adiknya. Sebab dia adalah anak tertua di keluarganya. Sejak saat itulah Azzam mulai berjualan tempe dan bakso sambil kuliah. Sehingga dia di Cairo kuliah sambil berbisnis. Setelah hampir 9 tahun belajar, Azzam lulus S1. Setelah lulus dari Universitas Al-Azhar, Azzam pulang ke Indonesia. Kepulangan Azzam ke Indonesia disambut baik oleh keluarga dan warga kampungnya. Banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan Azzam dibandingkan sebelum dia berangkat ke Mesir. Husna sekarang berhasil menjadi psikolog dan penulis cerpen remaja yang mendapat penghargaan dari Mentri Pendidikan Nasional Indonesia. Lia lulus PGSD dan menjadi guru favorit di SDIT Ksutsar Solo. Sedangkan Sarah, hampir khatam menghafalkan Al-Qur’an di Pesantren Quran Kudus. Itu semua berkat bantuan biaya dari Azzam sehingga adik-adiknya dapat menggapai cita-cita mereka. Beberapa hari di Indonesia, Azzam mendengar kabar bahwa Anna Althafunnisa (wanita pujaan Azzam ) menerima pinangan dari Furqan dan akan meneruskan ke jenjang pernikahan. Mendengar kabar itu Azzam sedih. Dia pernah mencoba melamar Anna, namun lamaran itu ditolak oleh walinya di Mesir karena telah dilamar terlebih dahulu oleh sahabat dekatnya, Furqon. Dia hanya bisa pasrah kepada Allah. Dia sadar akan dirinya yang belum juga lulus S1, dibanding temannya Furqon yang sekarang tengah menyelesaikan S2.
Konflik tajam terjadi pada beberapa bagian dari novel ini, diantaranya pada subuh hari ketika terjadi keributan di rumah Azzam. Disana diceritakan tentang seorang paman yang akan menembak dan membunuh keponakannya sendiri.
Azzam di Indonesia sulit mencari pekerjaan walaupun dia lulusan Universitas Cairo. Sehingga banyak tetanga yang mengunjingnya. Akhirnya Azzam mulai berusaha berbisnis bakso yaitu bakso cinta dan fotocopy. Belum genap 1 bulan, bisnis baksonya sukses. Sedangkan bisnis fotocopynya juga berjalan bagus meskipun tidak secepat bakso cinta. Bisnis bakso Azzam  pernah mengalami pasang-surut akibat difitnah memakai formalin. Tapi Azzam bisa mengatasinya dengan mudah. Setelah bisnisnya berhasil. Ibu Azzam ingin Azzam segera menikah karena usia Azzam sudah mulai tua. Azzam pun mencari perempuan yang cocok dengan dirinya dan sesuai dengan keinginan ibunya. Akhirnya Azzam mendapat perempuan yang dirasa cocok dengan dirinya dan diinginkan ibunya. Perempuan itu bernama dr. Alviana Rahmana Putri yang biasa dipanggil Vivi. Kemudian klimaks cerita ini ketika terjadi kecelakaan dimana yang menjadi korbannya adalah Azzam dan Ibunya, mereka terpelanting jatuh dari atas sepeda motor karena tertabrak bus yang ugal-ugalan. Sampai akhirnya Azzam harus rela menderita patah tulang dan berbaring di rumah sakit, sementara ibunya berpulang menghadap ke hadirat Allah SWT. Ada raut kesedihan di sana, padahal saat musibah itu terjadi adalah hanya berselang 4 hari sebelum pesta pernikahan Azzam dengan Vivi. Azzam lalu menunda pernikahannya karena dia menunggu kakinya sembuh selama 1 tahun. Orangtua Vivi tidak sanggup menunggu selama itu. Akhirnya Vivi menikah dengan pria lain. Azzam sangat kecewa. Azzam pun memutuskan meminta tolong kepada Kiai Luthfi untuk mencarikan jodoh untuknya. Kiai Luthfi memilih Anna Althafunnisa, anaknya sendiri . Anna sudah bercerai dengan Furqan setelah 6 bulan bersama. Sebab Furqan mengidap virus HIV. Azzam lalu menikah dengan Anna yang masih perawan . Pasangan yang saling mencintai sejak dulu itu akhirnya menikah.  Ketika mereka sudah menikah, Furqan memberitahukan bahwa dia ternyata tidak mengidap virus HIV melainkan AIDS. Furqan ingin rujuk dengan Anna. Anna tidak mungkin lagi rujuk karena dia sudah punya suami. Anna mengusulkan Furqan menikahi Eliana yang mungkin cocok untuknya. Sekarang Anna dan Azzam sudah bahagia. Akhirnya, Anna dan Azzam bertasbih menyempurnakan ibadah mereka sebagai hamba Allah yang mengikuti sunnah para nabi dan rasul yang mulia.
Novel Habiburrahman El-Shirazy memiliki ciri khas dalam karya-karyanya yaitu tokoh selalu menjaga kesucian. Kover novelnya begitu menarik. Sebab menggunakan background warna hijau dengan  pemandangan sawah dan pohon-pohon kelapa dibelakangnya. Itu menunjukkan bahwa setting lebih banyak mengambil di Indonesia atau jalan cerita mengikuti sedang dimana Khairul Azzam (sang tokoh utama). Ketika Cinta Bertasbih 2 ini tidak sekedar novel romantis, ini juga novel yang ditulis dalam alur cerita begitu kuat sehingga tidak mudah ditebak yang membuat pembaca diaduk perasaannya dari senang, sedih dan gemas. Pada setiap cerita masing-masing tokoh, terdapat kandungan nilai-nilai moral dan nilai-nilai islam yang dipaparkan dengan sederhana namun mengena. Kemudian setiap bab novel ini memiliki cerita dan contoh yang diambil dari Al-Quran dan berbagai kitab. Ini membuktikan cerita itu berdasarkan fakta. Dalam cerita ini nuansa religinya sangat kental terasa dan pesan moralnya kuat. Tak hanya itu ilmu tentang ilmu fiqih, aqidah dan sebagainya juga menjadi suguhan utama beliau tanpa sedikit pun membuat pembaca merasa digurui. Dan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai masalah dan kondisi serba sulit ini yang membuat novel ini begitu menarik.
Isi cerita KCB 2 sebagian ada yang menggunakan bahasa jawa dan arab. Ini membuat pembaca yang tidak tahu arti bahasa itu menjadi tidak mengerti walaupun ada sebagian yang diterjemahkan. Tokohnya yang terlampau banyak dan ceritanya berjalan lambat sehingga membuat pembaca merasa bosan. Sepertinya nove ini lebih jauh  diperuntukkan bagi kalangan dewasa.
Ketika Cinta Bertasbih 2 adalah sebuah novel yang menjadi setitik cahaya di tengah rasa pesimisme anak muda negeri ini untuk teguh memegang prinsip-prinsip islami. Novel ini juga merupakan novel cinta sekaligus novel dakwah yang mencerdaskan dan novel motivasi yang mencerahkan.  Sehingga secara sadar atau tidak pembaca telah mendapatkan “asupan” ilmu yang “bergizi”.









                                                Resensator : Nuramalia Hafidzah
                                                Kelas           : XI IPA 2

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Leeyhae.blogspot.com and Powered by Blogger.